Wednesday, August 7, 2013

AIR TERJUN PARANGLOE (Desa Parangloe, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan)

Pagi ini diawali dengan hujan rintik-rintik. Rencanaku semalam dengan Okky, adikku, terancam batal. Tetapi karna langit di sebelah Timur nampak biru, maka kami tetap mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa ke Air Terjun Parangloe. Dengan semangat '45, Okky memasukkan segala macam perlengkapan ke dalam carriernya. Sedangkan aku mengepack kompor, piring, dan nesting. Masalahnya, gas ternyata habis dan uang gak ada. So, aku keluar menuju ATM untuk minta duit (karna dia baik hati dan tidak sombong) lalu ke Carrefour nyari gas kalengan. Sampai di pertigaan adipura aku liat seorang polwan cantik berdiri dengan anggunnya di pinggir jalan (mengatur lalu lintas atau cuman mejeng? Auk ah gelap). Entah mengapa aku merasa tertarik padanya dan ingin juga menjadi seorang polwan. Tapi itu nggak mungkin karena aku lelaki.

Kembali ke rumah, aku mandi dan langsung menuju rumah Victor D'Guhar karena Okky dan Eric (temannya Okky) sudah duluan berada di sana.

Dari rumahku, perjalanan kali ini hanya 35-an km. Tetapi tidak semua tempat dapat dijalani dengan motor karena dari PT Inhutani kita masih harus berjalan sekitar setengah jam (kurang lebih 2km) ke lokasi. Motor kami tak sanggup melewati medan seberat itu ... kecuali mungkin motornya orang nekat atau motor trail karena jalan yang berbatu-batu dan kadang-kadang dirintangi pohon tumbang.

Sudah sekian kali ke sana, aku merasa belum bosan untuk datang ke tempat tersebut. Sensasi makan  dan tidur siang di tengah hutan dekat air terjun mendorongku melakukan perjalanan ini. Sengaja kuajak juga Okky Reston, Victor D'Guhar, dan Eric Pratama (kutulis sesuai nama facebook mereka) untuk berpartisipasi biar nggak terlalu sepi dan bisa diajak kerjasama memasak dan membersihkan lingkungan sekitar.

Untuk dapat menikmati pemandangan indah di sekitar air terjun ini, kita hanya mengeluarkan ongkos transport doang. Selebihnya gratis. Meskipun demikian, kita mesti hati-hati karena daerah ini juga rawan dengan air bah yang datangnya tiba-tiba. Maka, kalo mau berenang, harus ada teman yang mengawasi debit air dan temen yang lagi berenang itu. Trus, perlu juga memperhatikan warna airnya. Kalo tiba-tiba keruh atau berwarna coklat, segera menyingkir dari situ daripada kamu pulang tinggal nama. Maka, sebaiknya nggak berenang kalo di arah hulu terlihat mendung atau hujan. Kalo perlu, nggak usah datang kalo cuaca nggak bersahabat (hujan).

Air terjun Parangloe merupakan satu dari sekitar 30-an air terjun di Sulawesi Selatan. Keindahannya terletak pada struktur batunya dan air terjunnya banyak dan bertingkat. Lingkungan sekitar juga masih alami sehingga sepanjang perjalanan kamu akan dihibur oleh orchestra serangga dan burung-burung. Tempat ini juga sudah dilengkapi dengan lokasi camping (campsite) yang letaknya sekitar 100 meter dari air terjun. Masalahnya, dari air terjun sampai ke campsite, jalur yang dilewati lumayan melelahkan karena dominan kemiringan jalur antara 30 s/d 60 derajat.



Peta dan Koordinat GPS Air Terjun Parangloe: 5° 13' 43.47" S  119° 39' 47.26" E atau -5.228646,119.664361



***

Dan inilah foto-foto keindahan Air Terjun Parangloe :





*******

And this is me, the author and the photographer:


I sincerely appreciate your taking time to provide your comments and feedback (by clicking on reactions or rate it). Jangan lupa, join this site. Thanks.



----------------------------------------------------------------------------------
Thanx to:

  1. My brother, Andreas Okky Reston.
  2. Honda Blade -ku yang terkasih
  3. Canon 60D dan 1000D ku yang keyen.
Post a Comment