Sunday, September 21, 2014

DANAU-YANG-TAK-ADA-NAMANYA (Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa)

Bro 'n sis, hari ini aku dan Patrik diajak Agus sama teman-teman kuliahnya dulu jalan-jalan ke "Yerusalem Baru" via WA. Sempat mikir, tempat apa dan macam apa itu. Apakah ini semacam tur rohani atau cuma bikin jejak-jejak sepatu di suatu tempat baru di muka bumi ini. Tapi tanpa tanya aku ikut saja. Mumpung nggak ada kegiatan karna beberapa personil KPA PINTAS yang lain lagi menikmati liburannya di Jogja. Rencananya perjalanan dimulai pukul 15.00 tapi aku baru start dari rumah Pkl. 15.20, hahaha. Meeting pointnya di depan PT Sermani. Di sana kami masih nunggu lagi orang-orang yang belum ku kenal (hanya agus yang kenal) lalu setelah semuanya lengkap, perjalanan pun dimulai.


Berkali-kali salah jalan, berhenti lalu muter-muter nggak jelas, aku dan Patrik mulai curiga, jangan-jangan mereka nggak tau tempatnya atau nggak tau baca google map. Ketika sekali lagi mereka berhenti di pinggir jalan untuk membaca smartphonenya aku sedikit kepo dan bertanya, "Desperados amigos no comprendo. Sebenarnya tujuan kita ini kemana?" Ternyata, tempat yang dituju itu adalah Wisata Kebun Bontomarannu. Bilang kek dari tadi. Soalnya aku tau tempat itu meskipun cuma lewat depannya doang dan belum pernah masuk.

Akibatnya, kami semua baru tiba di obyek wisata itu pukul 16.40an. Melihat harga tiket masuk sebesar 25 ribu perak hatiku sudah nggak enak tapi karena sudah sampai, apa boleh buatlah. Begitu mau beli tiket, mbak yang menjual bilang kalo tempat itu akan tutup sekitar 20 menit lagi. Sial benar, kami nggak jadi masuk. Sebagai pelampiasan kekecewaan kami, akhirnya kami memutuskan untuk makan-makan di sebuah tempat yang indah di sebelah utara Danau Mawang. Komunitas Jalan2Seru_Mks menamakannya Telaga Biru karena airnya yang agak kebiruan sedangkan kami di PINTAS menamakannya Danau TBR.

Danau ini sebenarnya adalah lubang besar dan dalam bekas galian tanah. Karena kondisi tanah di sekitarnya yang berair dan berkarakteristik rawa, lubang tersebut berubah menjadi danau yang nggak pernah kering dan jika musim hujan, airnya yang banyak membuatnya semakin menyerupai danau alami. Tempat ini menarik karena biota flora yang beraneka ragam tumbuh di sekitarnya.

Bro 'n sista, di sekitar tempat ini sudah banyak patok-patok tanah dan pondasi yang ditanam sama yang empunya tanah atau developer perumahan. So, dalam waktu dekat tempat ini hanya tinggal kenangan doang. Itulah mengapa saya memotretnya banyak-banyak.


*******

Nah, foto-foto berikut merupakan penampakan danau ini dan pemandangannya :




















*******

And this is me, the author and the photographer:









Thanx to:

  1. Keluarga besar Komunitas Pencinta Alam - Pintas.
  2. Member of Group : Agustinus 'FCB' Duma dan Patrick Wulaa Petrus.
  3. The participant:Natalia Priska Suling, dkk.
Post a Comment